NasionalPolitik

Mahfud MD Ungkap Ada Upaya Gerakkan Kampus agar Keluarkan Pernyataan Puji Pemerintah

8246
×

Mahfud MD Ungkap Ada Upaya Gerakkan Kampus agar Keluarkan Pernyataan Puji Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD.

Rilpolitik.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD mengungkapkan ada upaya aparat pemerintah menggerakkan kampus-kampus untuk memberikan pernyataan sikap sebagai respon atas banyaknya kritik kalangan sivitas akademika dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia terkait kondisi demokrasi di era Presiden Joko Widodo yang dinilai mengalami kemunduran.

Hal itu diungkap Mahfud MD yang mantan Menko Polhukam itu melalui akun media sosial X-nya pada Selasa (6/2/2024).

“Setelah sahut-sahutan puluhan perguruan tinggi mengeluarkan petisi karena pelanggaran etik dan ketidaknetralan aparat pemerintah dalam berdemokrasi (pemilu), muncul gerakan,” kata Mahfud. Ejaan penulisan sudah diperbaiki.

Mereka, kata Mahfud, melakukan penggalangan opini dengan cara mendekati sejumlah rektor perguruan tinggi untuk memberikan pernyataan yang berpihak ke pemerintah. Teks pernyataannya pun sudah disediakan alias template.

“Beberapa rektor di perguruan tinggi lain didekati agar membuat statement (ada yang langsung direkam oleh petugas) bahwa:
1- Mengapresiasi kepemimpinan Pak Jokowi seperti menangani covid-19; 2- Pemilu 2024 berjalan baik; 3)- Sekelompok orang tak bisa memaksakan kehendak kepada rakyat,” beber pria asal Madura itu.

“Ada rektor-rektor yang langsung diminta membuat video template text yang sudah disiapkan lalu diviralkan,” sambung dia.

Namun demikian, kata Mahfud, ada rektor yang secara terang-terangan menolak untuk mengikuti permintaan tersebut. “Ada juga rektor yang tak mau melakukannya dan menolak terang-terangan,” ungkap dia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dua periode itu mengajak semuanya untuk bisa menjalankan demokrasi Indonesia secara bermartabat.

“Mari bangun Indonesia ini dengan demokrasi yang bermartabat,” ujarnya.

Belakangan ramai kalangan sivitas akademika dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia mengeluarkan pernyataan sikap mengkritik kondisi demokrasi di era Jokowi yang dinilai mengalami kemunduran.

Baca juga:  Disebut Larang Anaknya Maju Pilgub DKI, Jokowi: Tanya Kaesang

Gerakan ini bermula dari ‘Petisi Bulaksumur’ yang disampaikan oleh para guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada akhir Januari lalu. Kritik ini pun menjalar dan meluas ke kampus-kampus se-Indonesia.

Mereka secara umum mengingatkan agar Jokowi bertindak sesuai koridor demokrasi dalam menghadapi Pemilu 2024. Menyerukan agar pemilu 2024 bisa digelar dengan jujur dan adil.

Pihak Istana merespon kritik itu dengan sinis. Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menganggap kritik dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia sebagai orkestrasi politik partisan.

“Kita cermati di tahun politik, jelang pemilu pasti munculkan sebuah pertarungan opini, penggiringan opini. Pertarungan opini dalam kontestasi politik adalah sesuatu yang juga wajar aja. Apalagi kaitannya dengan strategi politik partisan untuk politik elektoral,” kata Ari di Kompleks Kemensetneg, Jakarta, Jumat (2/2/2024).

(Faw/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *