EkonomiNasional

Mahfud MD Sindir Food Estate Ajaib: Tanam Singkong, yang Tumbuh Jagung

5714
×

Mahfud MD Sindir Food Estate Ajaib: Tanam Singkong, yang Tumbuh Jagung

Sebarkan artikel ini
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD.

Rilpolitik.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menyindir keras program food estate yang salah satunya dinahkodai Menteri Pertahanan (Menhan) RI sekaligus Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Menurut Mahfud, program food estate itu ajaib. Sebab, katanya, yang ditanam singkong, tapi yang tumbuh justru jagung.

“Indonesia hebat seperti Kolam Susu. Lah, menanam jutaan hektar singkong untuk food estate yang tumbuh jagung,” kata Mahfud MD melalui akun X-nya pada Senin (22/1/2024) pagi.

“Menanam singkong, panen jagung. Ajaib. Itu terjadi di Gunung Mas,” sambung dia.

Tak hanya itu, lanjut Mahfud MD, jagungnya pun ternyata ditanam di Polybag atau kantong pot plastik, bukan di tanah langsung.

“Eh ternyata jagungnya pun ditanam dengan goody bag. Sebab, di tanah bergambut Gunung Mas tak mungkin tumbuh jagung,” ujar Menko Polhukam itu.

Food estate memang turut menjadi pembahasan dalam debat Cawapres yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta pada Minggu (21/1/2024) tadi malam. Mahfud dan Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar sepakat menyatakan bahwa program tersebut gagal.

Sementara itu, Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menyebut food estate tidak sepenuhnya gagal. Dia mencontohkan food estate di Gunung Mas Kalimantan Tengah, yang menurutnya justru berhasil panen untuk komuditas jagung dan singkong.

Gibran menganggap narasi food estate gagal sebagai narasi untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Jangan kita berikan narasi menakutkan kepada warga, intinya adalah program-program yang sudah berjalan sekarang, nomor 1 dan 3 ini kan kompak Food Estate gagal. Saya tegaskan lagi pak, memang ada yang gagal, tapi ada yang berhasil juga yang sudah panen, misal di Gunung Mas Kalteng itu sudah panen jagung dan singkong, cek saya ininya, datanya” ujar Gibran.

Baca juga:  Bahlil Akui Belum Ada Investor Asing Masuk IKN, Mahfud MD: Oh, Belum Ada Ya?

Terkait food estate di Gunung Mas Kalimantan Tengah yang tadinya ditanami singkong kemudian berubah jadi jagung yang ditanam di Polybag memang sudah diungkap Greenpeace Indonesia dan sejumlah organisasi lingkungan lainnya sejak beberapa waktu lalu.

Dalam temuan Greenpeace Indonesia, lahan food estate di Gunung Mas itu sebelumnya ditanami singkong oleh Kementerian Pertahanan. Namun karena gagal tumbuh, pemerintah di bawah Kementerian Pertanian menggantinya dengan komoditas jagung.

Forest Campaign Team Leader Greenpeace Indonesia Arie Rompas mengaku tidak heran jika singkong gagal tumbuh di lahan tersebut, begitu pun jagung yang bisa tumbuh hanya di polybag. Pasalnya, lahan seluas 700 hektare tersebut sebelumnya merupakan hutan yang dibabat habis demi proyek food estate tersebut. Yang tersisa dari hutan tersebut, kata Arie, hanya pasir. Maka dari itu komoditas pangan akan sulit tumbuh subur.

Dari temuan tersebut, pihaknya menemukan hampir semua jagung di areal food estate ini menggunakan polybag.

“Soal digantinya komoditas singkong ke jagung, kami juga mengunjungi. Jadi bukan hanya 1-3 pot saja, kami punya data dan foto, di lokasi itu hampir sebagian besar yang sudah tumbuh memang ditanam di atas polybag. Dan kami melihat memang ada logonya Kementan,” ujar Arie.

Di sisi lain, lanjutnya, memang ada pembukaan lahan dan mereka coba mau tanam jagung.

“Waktu kami ke sana masih kecil-kecil dan itu ada media tanah yang dibawa ke lokasi. Artinya memang tanah-tanah di situ tidak subur,” ungkap Aris.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *