NasionalPolitik

Jhon Sitorus Cium Aroma Pecah Kongsi Jokowi dan Prabowo

7095
×

Jhon Sitorus Cium Aroma Pecah Kongsi Jokowi dan Prabowo

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Prabowo-Surya Paloh di Nasdem Tower, Jakarta Pusat pada Jumat (22/3/2024). [X @Miduk17]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Aktivis media sosial, Jhon Sitorus menilai wajar pertemuan presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Jakarta Pusat pada Jumat (22/3/2024). Sebab, kata dia, keduanya lahir dari satu rahim yang sama, yakni Partai Golkar.

“Kalau tiba-tiba melihat Prabowo dan Surya Paloh haha hihi, wajar saja,” kata Jhon Sitorus seperti rilpolitik.com kutip dari unggannya di X pada Sabtu (23/3/2024). Ejaan penulisan sudah diperbaiki.

Jhon Sitorus justru mempertanyakan keberadaan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wapres terpilih pendamping Prabowo Subianto yang terkesan mendadak hilang dalam beberapa momen penting.

“Yang jadi pertanyaan, Gibran kemana? 2 moment penting Gibran tak dilibatkan. Saat pidato kemenangan pasca pengumuman KPU dan pertemuan dengan Nasdem,” ujar dia.

Menurut Jhon, tak masuk akal alasan Gibran tak terlibat dalam pidato kemenangan pasca pengumuman KPU RI karena masih fokus kerja sebagai Wali Kota Solo.

“Rasanya kurang masuk akal (alasan Gibran) sebab Prabowo juga masih bertugas sebagai Menteri Pertahanan,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Jhon, Presiden Joko Widodo pun belakangan ini jarang melibatkan Prabowo dalam kunjungannya ke sejumlah daerah pasca Pilpres 2024. Padahal, sebelum pilpres, Prabowo selalu ngintil kegiatan Jokowi.

“Kunjungan Jokowi ke beberapa tempat termasuk ke Demak juga minus Prabowo. Biasanya Jokowi selalu memboyong Prabowo ke daerah-daerah, mengapa sekarang jadi bermain sendiri-sendiri?” ucapnya.

Jhon Sitorus mengatakan, drama politik ke depan menarik diikuti. Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh bisa menjadi sinyal mereka akan berkoalisi di pemerintahan mendatang.

“Karena Surya Paloh juga punya alasan kuat untuk dendam ke Jokowi karena 2 kader terbaiknya dipenjarakan oleh Jokowi lewat KPK,” ungakpnya.

“Politik selalu penuh kejutan, kita cukup menantikan adegan-adegan berikutnya,” pungkasnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *