NasionalPolitik

Jadi Beban, Prabowo Harus Tinggalkan Jokowi?

9431
×

Jadi Beban, Prabowo Harus Tinggalkan Jokowi?

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto-Joko Widodo.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Tahun 2001, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diangkat oleh Presiden Megawati menjadi salah satu anggota kabinetnya. SBY ditugasi memimpin Kementerian Koordinator bidang Politik dan Keamanan kala itu.

Kala itu, SBY lumayan loyal kepada Megawati. Tak ada yang menduga bahwa jalan mereka akan berbeda bahkan akan jadi legenda seteru abadi di dunia politik Indonesia. Padahal, SBY ibarat “anak pungut” bagi megawati karena telah diangkat menjadi menteri.

Manuver SBY lumayan cerdik. Dia diam-diam membentuk kekuatan politik jauh sebelum Pilpres 2004. Bahkan di rapat kabinet, tak pernah sekalipun SBY mengaku akan ikut dalam kontestasi Pilpres 2004, apalagi sampai melawan petahana, Bu Mega yang pasti akan maju.

SBY bahkan mengambil Jusuf Kalla, Menko Kesra kala itu sebagai wakilnya untuk menghabisi Megawati. Alhasil, SBY-JK menang, Bu Mega kalah. SBY melenggang mulus dengan partai barunya, Demokrat.

Tahun 2023, bu Mega kembali dikhianati. Kali ini oleh Jokowi dengan tidak mendukung Ganjar Pranowo karena terlanjur menyodorkan anaknya, Gibran Rakabumingraka sebagai wakil Prabowo.

Padahal, bu Mega kurang berkorban apa buat SBY dan Jokowi? Jokowi bahkan bagai anak pungut yang ditemukan di kubangan. Diambil, dididik lalu dibesarkan seolah-olah anak sendiri hingga menjadi orang nomor satu di republik ini.

Apa yang ingin saya sampaikan? Politik itu selalu penuh dengan pengkhianatan. Tidak ada yang abadi dalam politik, kecuali kepentingan serta usaha mencari oportunitas.

Bukan tidak mungkin Jokowi akan dikhianati oleh Prabowo, baik dengan cara kasar dan halus. Ingat, Prabowo adalah orang yang sangat ambisius soal kekuasaan. Darah penguasa mengalir kental di dalam tubuhnya hingga ambisinya dikejar di sisa hidupnya.

Ayahnya, Sumitro, pernah ambil bagian dalam pemberontakan kepada negara dengan PRRI. Mertuanya Soeharto pernah melakukan kudeta bawah tanah kepada Soekarno dengan dalih Supersemar.

Baca juga:  Disebut Larang Anaknya Maju Pilgub DKI, Jokowi: Tanya Kaesang

Mimpi menjadi presiden sudah tercapai, tetapi posisinya serba dilema. Prabowo ingin menjalin hubungan dengan PDIP dan Bu Mega, tetapi ada Jokowi di sisi Prabowo. Rasanya agak berat bagi Prabowo untuk mengembalikan hubungan mereka, kecuali jika terjadi hal-hal luar biasa.

Apalagi, Prabowo berharap besar kepada PDIP karena partai inilah pemenang pemilu. Pengaruhnya masih terlalu kuat bagi perpolitikan negeri ini.

Prabowo juga pasti risih karena belakangan ini Jokowi seolah-olah berusaha mencampuri urusan kabinet Prabowo. Maka dia tak mau memilih mundur karena Prabowo butuh power menjelang masa transisi pemerintahan.

Saya tidak paham apa deal-deal antara Prabowo dan Jokowi di belakang. Yang jelas, tidak mungkin ada 2 matahari kembar di negara ini. Maka begitu dilantik, Prabowo harus segera membersihkan pengaruh Jokowi di Istana jika ingin pemerintahannya langgeng.

Selain urusan menteri, yang paling vital adalah urusan Panglima, Kapolri dan Kepala BIN. Semua ini mesti dipercayakan kepada orang-orang yang bisa dipercaya Prabowo, bukan bekas loyalis Jokowi.

Apalagi Jokowi bukan seorang ketua umum partai, rasanya makin sedikit peluang bagi Prabowo untuk memperhitungkan posisi seorang Jokowi. Status Jokowi hanya sebagai mantan presiden dan ayah wakil presiden, Gibran.

Tapi analisa saya mengatakan, Jokowi juga sedang menyiapkan strategi wanti-wanti jika seandainya Prabowo melakukan manuver politik yang mengancam Jokowi dan masa depan Gibran.

Jokowi juga tak sebodoh itu. Jokowi kita kenal sebagai raja tega. Dia tidak peduli soal orang lain, yang penting urusan keluarga aman apalagi citranya yang merakyat membuat dirinya selalu dipandang positif oleh rakyat.

Warga Indonesia, bersiaplah. Kita akan disuguhkan tontonan yang menarik dalam episode berikutnya. Entah siapa yang akan jadi korban dan pelaku penghianatan politik berikutnya.

Baca juga:  Disebut Larang Anaknya Maju Pilgub DKI, Jokowi: Tanya Kaesang

Penulis: Jhon Sitorus
Pegiat Media Sosial

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *