NasionalSerba-serbi

Gus Miftah Minta Kemenag Tak Perlu Baper

4488
×

Gus Miftah Minta Kemenag Tak Perlu Baper

Sebarkan artikel ini
Gus Miftah bersama Prabowo Subianto.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah menanggapi balik pernyataan Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag) yang menyebut dirinya asbun alias asal bunyi dan gagal paham mengenai aturan penggunaan speaker (pengeras suara) masjid dan musholla selama bulan Ramadhan.

Miftah meminta Kemenag untuk tak perlu baper atau bawa perasaan. Sebab, katanya, dirinya tidak pernah menyebut Kemenag terkait aturan penggunaan speaker masjid dan musholla

“Kemenag RI jangan bawa perasaan (baper), lihat pidato Abah (sapaan Gus Miftah), ada enggak ditunjukkan kepada Kemenag, ‘kan enggak ada. Kenapa jadi baper dengan mengatakan abah asbun (asal bunyi),” kata Miftah dalam keterangan tertulisnya dikutip pada Rabu (13/3/2024).

“Jadi, sekali lagi saya tegaskan, Gus Miftah tidak pernah menyebut surat edaran Kemenag RI terkait dengan pengeras suara karena yang menyarankan soal pembatasan speaker tersebut bukan hanya Menteri Agama,” jelasnya.

Miftah tetap berpandangan bahwa penggunaan speaker luar harus tetap dilakukan demi mengembalikan suasana bulan puasa seperti zaman dulu.

“Akan tetapi, tetap semua harus ada batasnya dalam penggunaan speaker. Katakanlah sampai pukul 22.00 pakai speaker luar. Kemeriahan Ramadhan itu harus dikembalikan seperti masa kecil orang tua kita dahulu, jadi nuansa Ramadhan itu terasa,” katanya.

Sebelumnya, Jubir Kemenag, Anna Hasbie menyebut kritik Miftah terkait surat edaran Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas yang berisi imbauan penggunaan speaker dalam selama Ramadan, asbun. Selain itu, Anna juga menyebut Miftah gagal paham.

Pasalnya, Miftah membandingkan imbauan penggunaan speaker itu dengan dangdutan yang menurutnya tidak dilarang, bahkan hingga pukul 01.00.

“Gus Miftah tampak asbun dan gagal paham terhadap surat edaran tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Karena asbun dan tidak paham, apa yang disampaikan juga serampangan, tidak tepat,” ujar Anna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *