NasionalPolitik

Golkar Minta 5 Kursi Menteri, Pengamat: Wajar, Aneh Kalau yang Kalah Dikasih Jatah

6172
×

Golkar Minta 5 Kursi Menteri, Pengamat: Wajar, Aneh Kalau yang Kalah Dikasih Jatah

Sebarkan artikel ini
Adi Prayitno. [Dok Instagram Adi Prayitno]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno menilai wajar jika partai politik anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) meminta jatah kursi menteri pada pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan datang.

“Golkar minta 5 menteri wajar. Demokrat dan PAN 3-4-5 menteri juga wajar karena partai pengusung,” kata Adi dalam unggahannya di X pada Senin (18/3/2024).

“Gerindra ambil jatah 10/lebih menteri wajar karena pemenang,” imbuhnya.

Jika berkaca pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, ada 34 kursi menteri yang tersedia.

“Masih banyak sisa menteri kosong. Namanya pengusung wajar minta jatah,” ujarnya.

Adi menegaskan tidak ada yang aneh dengan permintaan kursi menteri oleh partai pengusung.

“Aneh yang kalah pemilu dikasi jatah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto terang-terangan meminta jatah 5 kursi di kabinet Prabowo. Hal ini karena Golkar menang di 15 dari 38 provinsi di Indonesia.

“Karena kami (Golkar menang) di 15 dari 38 (provinsi), maka kami kontribusi 25 persen. Nah, kalau 25 persen, bagi-bagi banyak sedikit ya bolehlah. Kalau yang kami sebut lima itu minimalis,” kata Airlangga di Nusa Dua, Badung pada Jumat (15/3/2024).

Airlangga menyebut kontribusi Golkar memenangkan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka sangat maksimal. Dia berharap kadernya disediakan ruang menjadi menteri.

Permintaan ini kemudian ditanggapi oleh dua partai pengusung lainnya, yakni PAN dan Demokrat.

PAN meminta agar jatah menteri didasarkan pada kesepakatan bersama. Partai berlambang matahari terbit itu kemudian mengungkit loyalitas PAN tiga kali Pilpres mendukung Prabowo.

Hal senada juga disampaikan Demokrat. Partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menyebut komposisi menteri merupakan kewenangan presiden. Demokrat meyakini Prabowo nantinya akan berkomunikasi dengan pimpinan partai politik koalisi dalam menetapkan posisi menteri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *