NasionalPolitik

Gibran Pernah Bilang Dinasti Politik Bikin Rakyat Susah

7571
×

Gibran Pernah Bilang Dinasti Politik Bikin Rakyat Susah

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. [Tangkapan layar]

Rilpolitik.com, Jakarta – Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka secara resmi telah mendaftar ke KPU sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Calon Presiden (Capres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto. Pendaftaran dilakukan pada Rabu (25/10/2023).

Pencalonan Gibran sebagai Cawapres Prabowo menuai kontroversi. Banyak pihak menilai majunya Gibran pada kontestasi Pilpres 2024 sebagai upaya Presiden Jokowi membangun dinasti politik di ujung masa pemerintahannya.

Terlebih, pencalonan Gibran ini diawali dengan penambahan ketentuan syarat minimal capres-cawapres oleh Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023.

Dalam putusan itu, MK membuat norma baru bahwa capres-cawapres tidak mesti berusia 40 tahun jika sudah pernah atau sedang menduduki jabatan yang dipilih lewat pemilu, termasuk pilkada.

Salah satu hakim yang ikut memutus perkara itu adalah Anwar Usman yang juga adik ipar Presiden Jokowi.

Dengan demikian, meskipun Gibran secara umur belum memenuhi syarat maju, tetapi dengan adanya putusan tersebut Gibran bisa ikut kontestasi. Sebab, Gibran saat ini merupakan Wali Kota Solo yang dipilih melalui mekanisme pilkada.

Hal ini semakin memperkuat dugaan publik bahwa Jokowi sedang berusaha melanggengkan kekuasaannya lewat putranya.

Jika ditarik ke belakang, Gibran pernah menyatakan penolakannya terhadap dinasti politik. Sebab menurutnya, dinasti politik hanya akan menyengsarakan rakyat.

Dia pun memastikan tidak akan ada dinasti politik setelah Jokowi menjabat.

Pernyataan itu ia sampaikan usai Fun Opening Sang Pisang X Markobar di Cikini, Jakarta Pusat pada Minggu (11/3/2018) lalu.

“Dinasti apa? Bapak aja enggak punya partai, kok, pengen dinasti. Enggak ada. Kasihan rakyatnya kalau ada dinasti,” kata Gibran.

Gibran sendiri mengaku memang tidak tertarik menjadi politikus. Selain karena tidak memiliki pengalaman di bidang itu, ia menganggap politik tidak menghasilkan banyak uang. “Banyak uang itu kalau korupsi,” ucapnya.

Baca juga:  Djarot Sindir Jokowi Soal Anak dan Menantu Disiapkan, Mardani: Memang Terlihat Gamblang

Namun, 2 tahun kemudian Gibran justru maju sebagai Calon Wali Kota Solo dan menang pada Pilkada Solo 2020. Kini, belum genap 5 tahun jadi walikota, Gibran sudah maju lagi sebagai Cawapres.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *