NasionalSerba-serbi

Eks Koruptor Sebagai Penyuluh Anti Korupsi, Langkah Kontraproduktif

5469
×

Eks Koruptor Sebagai Penyuluh Anti Korupsi, Langkah Kontraproduktif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

MADURA, Rilpolitik.com – Wacana melibatkan mantan narapidana korupsi sebagai penyuluh anti korupsi patut dipertanyakan. Langkah ini dinilai dapat melemahkan upaya pemberantasan korupsi yang selama ini digalakkan.

Pertama, melibatkan eks koruptor sebagai penyuluh merupakan kontradiksi. Bagaimana mungkin pelaku kejahatan dapat menjadi teladan dalam pencegahan kejahatan tersebut? Ini hanya akan memberi sinyal keliru bahwa pelaku korupsi dapat diampuni dan diberi kesempatan untuk berkiprah kembali di masyarakat.

Kedua, memberi label “penyintas korupsi” kepada mantan napi korupsi adalah kekeliruan besar. Mereka seharusnya disebut pelaku, bukan korban seperti napi narkoba atau terorisme. Menyamakan keduanya hanya menunjukkan pemahaman yang keliru tentang definisi korban.

Ketiga, masyarakat tentu menolak kehadiran eks koruptor di ruang publik. Sebagai pihak yang dirugikan, kepercayaan masyarakat terhadap para koruptor sudah lama hilang. Melibatkan mereka justru berpotensi menghancurkan semangat anti korupsi yang selama ini dibangun.

Keempat, konsekuensi logis dari korupsi sebagai kejahatan luar biasa adalah perlakuan yang luar biasa juga harus diberikan kepada pelakunya. Memberi mereka kesempatan menjadi penyuluh tentu bertentangan dengan semangat penegakan hukum yang konsisten dan tegas.

Kelima, testimoni sesungguhnya seharusnya datang dari korban bukan pelaku. Hanya dengan mendengar pengalaman langsung dari masyarakat yang menderita akibat korupsi, inspirasi untuk pemberantasannya dapat tumbuh.

Alih-alih melibatkan eks koruptor, upaya pemberantasan korupsi lebih baik difokuskan pada penguatan regulasi, konsistensi penegakan hukum, serta keterlibatan aktif masyarakat. Hanya dengan cara inilah kepercayaan publik dapat dibangun dan semangat pemberantasan korupsi tidak runtuh.

Penulis: Ach Ghirda Fahana (220111100172)

Mahasiswa Sarjana Ilmu Hukum Universitas Trunojoyo Madura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *