DaerahPolitik

Ditolak AUMA Tampil di Acara KPU, Winda KDI: Yang Mendatangkan Maksiat Bukan Hanya Musik

9951
×

Ditolak AUMA Tampil di Acara KPU, Winda KDI: Yang Mendatangkan Maksiat Bukan Hanya Musik

Sebarkan artikel ini
Winda KDI. [Istimewa]

PAMEKASAN, Rilpolitik.com – Faiqoh Winda Pratiwi atau populer dengan sebutan Winda KDI batal tampil dalam acara Soft Launching Pilkada Pamekasan 2024 yang diselenggarakan KPU Pamekasan pada Sabtu (8/6/2024).

Winda menuturkan, pembatalan dilakukan oleh pihak penyelenggara acara melalui pesan suara WhatsApp pada Jumat (7/6/2024) sore atau H-1.

Kepada Winda, penyelenggara menyatakan bahwa acara yang rencananya akan dihadiri oleh Winda sendiri sebagai bintang tamu mendapat pertentangan dari Aliansi Ulama Madura (AUMA).

AUMA disebut tidak setuju acara Soft Launching Pilkada Pamekasan 2024 menghadirkan penyanyi perempuan. Sehingga, katanya, pihak kepolisian tidak memberikan izin penyelenggaraan kegiatan tersebut jika tetap menghadirkan Winda.

“KPU-nya sangat berharap saya hadir, tapi Polres tidak memberikan izin,” kata Winda saat dihubungi rilpolitik.com pada Senin (10/6/2024).

Saat ditanya kecewa atau tidak batal tampil di acara Soft Launching Pilkada Pameksan 2024, artis jebolan KDI 2023 itu mengaku sangat kecewa.

“Alhamdulillah kecewa banget,” tegas Winda.

Untuk diketahui, berdasarkan surat yang dikirim ke KPU Pamekasan, salah satu alasan AUMA menolak kehadiran Winda karena dianggap melanggar norma agama dan membuka jalan kemaksiatan. Winda menilai isi surat tersebut tidak tepat.

“Karena menurut saya yang lebih melanggar norma daripada saya itu banyak, dan yang mendatangkan maksiat bukan hanya seni musik,” ucapnya.

Terlebih, kata Winda, sejak awal dirinya memang direncanakan tampil dengan membawakan lagu-lagu serta pakaian yang islami. Dia pun hanya bisa pasrah saja atas penolakan dari AUMA.

“Kalau difikir secara logika sih, untuk lagu islami dan pakaian juga islami. Mungkin karena saya udah lebih dari 12 tahun ya,” ujar dia.

“Konsep memang islami, tidak ada dangdut sama sekali,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *