NasionalPolitik

Dipecat Gegara Langgar Etik Berat, Anwar Usman Ngotot Ingin Jadi Ketua MK Lagi, Ajukan Gugatan ke PTUN

7116
×

Dipecat Gegara Langgar Etik Berat, Anwar Usman Ngotot Ingin Jadi Ketua MK Lagi, Ajukan Gugatan ke PTUN

Sebarkan artikel ini
Hakim Konstitusi Anwar Usman.

Rilpolitik.com, Jakarta – Adik ipar Presiden Joko Widodo, Anwar Usman ngotot ingin tetap menduduki posisi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) setelah sebelumnya dipecat melalui putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) atas pelanggaran etik berat.

Anwar pun melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Gugatan tersebut didaftarkan pada 24 November 2023 dengan Nomor Perkara 604/G/2023/PTUN.JKT.

Dalam isi gugatannya, Anwar meminta PTUN membatalkan pengangkatan Suhartoyo sebagai Ketua MK seperti yang tertuang dalam Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 17 Tahun 2023, tanggal 9 November 2023 tentang Pengangkatan Ketua Mahkamah Konstitusi Masa Jabatan 2023-2028.

Anwar meminta PTUN memerintahkan atau mewajibkan Ketua MK selaku tergugat untuk menunda pelaksanaan keputusan tersebut selama proses pemeriksaan perkara sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Lebih lanjut, dalam gugatan pokok perkaranya, Anwar ingin hakim PTUN mengabulkan seluruh gugatan yang dia mohonkan.

“Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 17 Tahun 2023, tanggal 9 November 2023 tentang Pengangkatan Ketua Mahkamah Konstitusi Masa Jabatan 2023-2028. Mewajibkan tergugat untuk mencabut Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 17 Tahun 2023, tanggal 9 November 2023 tentang Pengangkatan Ketua Mahkamah Konstitusi Masa Jabatan 2023-2028,” demikian bunyi gugatan Anwar, dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (31/1).

Selain itu, Anwar meminta PTUN mewajibkan Suhartoyo selaku tergugat merehabilitasi nama baik dan memulihkan kedudukannya sebagai Ketua MK. Anwar juga ingin Suhartoyo membayar biaya perkara ini.

Diketahui, Anwar Usman dicopot dari jabatan Ketua MK setelah MKMK menyatakan ia melanggar etik berat pada putusan perkara 90 soal syarat usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden yang menjadi jalan bagi ponakannya sendiri, Gibran Rakabuming Raka maju sebagai Cawapres.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *