NasionalPolitik

Dipastikan Gagal ke Senayan, Prof Burhan Sebut PSI Hanya Bisa Lolos Jika Terjadi Kecurangan TSM

9108
×

Dipastikan Gagal ke Senayan, Prof Burhan Sebut PSI Hanya Bisa Lolos Jika Terjadi Kecurangan TSM

Sebarkan artikel ini
Direktur Eskekutif Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi. [Tangkapan layar]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi menyarankan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk berlapang mada menerima kenyataan tidak lolos ke Senayan.

Hal ini disampaikan merespon banyaknya elite PSI yang masih getol mengklaim bahwa partai pimpinan anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kesang Pangarep itu akan lolos parliamentary threshold (PT) 4 persen.

Burhan menegaskan PSI tidak mungkin lolos PT 4 persen, kecuali ada upaya mengubah suara PSI melalui kecurangan luar biasa yang terstruktur, sistematis, dan massif agar bisa lolos.

Jika demikian, katanya, lolosnya PSI akan menimbulkan deligitimasi terhadap hasil Pemilu 2024. Sebab itu, dia menyarankan PSI untuk legowo saja.

“Mending PSI menerima kenyataan dengan lapang dada. Ketimbang lolos PT tapi malah menimbulkan deligitimasi terhadap hasil pemilu 2024,” kata Burhanuddin Muhtadi dikutip dari akun X resminya, @BurhanMuhtadi pada Senin (26/2/2024).

Burhan menjelaskan, hasil quick count seluruh lembaga survei menunjukkan perolehan suara PSI tidak lolos PT 4 persen.

“Sudah terjadi ijma’ “ulama” quick count bahwa PSI tidak lolos PT 4%. Jika data semua lembaga penyelenggara quick count digabung, maka sampel jadi gede dan MoE jadi makin kecil. Tanpa digabung aja MoE kurang dari 1%, dan itupun PSI tdk sampe 4%,” bebernya.

Burhan heran dengan sikap elite PSI yang masih terus berkoar-koar akan lolos Senayan. Padahal, katanya, ketimbang PSI, justru PPP yang lebih potensial lolos.

“PPP yang potensial lolos aja ngga begitu gigit dalam menguarkan lolos PT. Padahal suara PPP lebih mungkin lolos ketimbang PSI,” ujar dia.

Diketahui, berdasarkan quick count Indikator Politik Indonesia di 2.999 TPS dengan jumlah sampel 520.357 suara sah, PSI hanya mampu memperoleh 2.81 persen suara.

Setali tiga uang, berdasarkan hasil sementara real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), PSI hanya mampu meraup 2.68 persen suara dari total suara masuk 64.47 persen per Senin (26/2/2024) pukul 07.00 WIB.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *