NasionalPolitik

Dianggap Hina Gibran Saat Debat, Mahfud MD Dilaporkan ke Bawaslu

5596
×

Dianggap Hina Gibran Saat Debat, Mahfud MD Dilaporkan ke Bawaslu

Sebarkan artikel ini
Mahfud MD.

Rilpolitik.com, Jakarta – Ketua Advokat Pengawas Pemilu (Awaslu), Muhammad Mu’allimin melaporkan Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Pelaporan dilakukan karena tak terima dengan pernyataan Mahfud ke Cawapres nomor 02, Gibran Rakabuming Raka saat debat Cawapres 21 Januari 2024.

“Kami dari advokat pengawas pemilu dalam hal ini melaporkan cawapres 03 Mahfud MD yang di dalam debatnya tanggal 21 Januari kemarin dia melakukan tindakan berupa ucapan yang dalam pokoknya cenderung melakukan penghinaan kepada lawan debatnya, yang waktu itu adalah cawapres 2 Gibran Rakabuming Raka,” kata Mua’limin di kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2024).

Menko Polhukam itu dilaporkan menggunakan pasal 72 ayat 1 huruf c Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 tahun 2023 juncto pasal 280 ayat 1 huruf c dan pasal 521 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Menurutnya, pasal tersebut melarang paslon maupun peserta kampanye menghina seseorang atau peserta lain.

Pernyataan Mahfud yang dianggap melecehkan Gibran, tutur Mu’alimin, adalah saat Mahfud menyebut Gibran ngawur dan receh.

“Dari beberapa video dan berita yang kami baca, apa yang disampaikan Mahfud termasuk kata-kata gila, ngawur, recehan, pertanyaan tidak ada gunanya itu mengarah ke penghinaan paslon lain. Untuk itulah kami laporkan ke Bawaslu supaya Bawaslu menindak Mahfud MD,” ucapnya.

Diketahui, kata receh dan ngawur itu berawal dari pertanyaan Gibran ke Mahfud saat debat Cawapres kedua di JCC Senayan. Pada segmen itu, Gibran bertanya ke Mahfud cara mengatasi greenflation.

Mahfud merespon pertanyaan itu dengan menjelaskan tentang ekonomi hijau dan pemanfaatan produk pangan serta ekonomi sirkular. Usai mendengar jawaban Mahfud, Gibran kemudian melakukan gimmick dengan gestur mencari-cari.

Anak Presiden Jokowi itu mengaku sedang mencari jawaban Mahfud tentang greenflation yang tidak ditemukannya sambil memeragakan gestur mencari-cari.

“Saya lagi nyari jawabannya Prof Mahfud, saya nyari-nyari di mana ini jawabannya, nggak nggak ketemu jawabannya. Saya tanya masalah inflasi hijau kok malah menjelaskan ekonomi hijau?” kata Gibran.

Gibran kemudian memberikan contoh tentang gerakan rompi kuning di Prancis yang dia sebut sebagai dampak dari greenflation.

“Prof Mahfud yang namanya greenflation atau inflasi hijau itu, ya kita kasih contoh yang simpel aja, demo rompi kuning di Prancis, bahaya sekali, sudah memakan korban, ini harus kita antisipasi jangan sampai terjadi di Indonesia,” tutur dia.

Setelah Gibran menjelaskan, Mahfud kembali memberikan respon. Ia menilai jawaban dari Gibran tidak karuan dan tidak ada kejelasan. Mahfud juga melakukan gestur yang sama, yakni mencari-cari seperti yang dilakukan Gibran.

“Saya juga ingin mencari tuh, jawabannya ngawur juga. Ngarang-ngarang nggak karuan, mengkaitkan dengan sesuatu yang tidak ada,” kata Mahfud.

Mahfud lalu enggan memberi tanggapan ke Gibran atas pertanyaan solusi menangani greenflation. Menurutnya, pertanyaan soal greenflation bersifat ‘recehan’ sehingga menurutnya tak layak dijawab.

“Kalau akademis itu, gampangnya kalau yang bertanya seperti itu tuh recehan. Oleh sebab itu, itu tidak layak dijawab menurut saya, dan oleh sebab itu saya kembalikan ke moderator,” kata Mahfud.

Moderator sempat kembali menegaskan apakah Mahfud akan memanfaatkan waktu tersisa. Mahfud menyatakan sudah cukup memberi tanggapan dan menyerahkan kepada moderator.

“Ini ndak layak dijawab ini pertanyaan kaya gini, nggak ada ini jawabannya,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *