EkonomiNasional

Dedi Mulyadi Usul Makan Siang Gratis Dimasak Sendiri Orang Tua Siswa

5113
×

Dedi Mulyadi Usul Makan Siang Gratis Dimasak Sendiri Orang Tua Siswa

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Dedi Mulyadi. [Tangkapan layar]

PURWAKARTA, Rilpolitik.com – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Dedi Mulyadi mengusulkan agar makan siang gratis yang menjadi program andalan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka disediakan langsung oleh orang tua siswa. Hal itu agar para orang tua siswa bisa memasak makanan sesuai dengan selera anaknya.

Pernyataan itu disampaikan Dedi usai melakukan simulasi program makan siang gratis dengan menggunakan uang pribadinya di SDN Ciwangi, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Senin (4/3/2024).

Dalam simulasi tersebut, Dedi mencoba dua cara, yakni melalui Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) dan memberikan uang langsung Rp15 ribu kepada setiap orang tua siswa.

Melalui simulasi tersebut, Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa makanan yang dibuat langsung oleh orang tua siswa lebih efektif ketimbang buatan Fortusis. Sebab, katanya, makanan buatan langsung orang tua memiliki menu yang beragam serta sesuai dengan selera anak.

Tak hanya itu, orang tua siswa memberikan potongan daging yang lebih besar serta kelengkapan sayur dan buah yang banyak.

Berbeda dengan buatan Fortusis, menunya seragam yaitu berupa nasi, ayam teriyaki filet, sayur tumis, serta satu buah jeruk.

“Kalau yang pertama  (Fortusis) ini terlalu banyak terbuang seperti misting (tempat makan) dan sendok plastik. Ini kurang efektif. Harganya sama dengan satu sampai dua butir telur,” kata Dedi.

Sebab itu, Dedi mengusulkan bujet Rp15 ribu per anak diserahkan langsung kepada orang tua siswa agar dikelola sendiri untuk memasak sesuai selera anaknya.

“Tidak kalah penting, anak senang bisa merasakan langsung masakan ibunya yang enak karena dimasak dengan penuh cinta dan sayang,” ujar dia.

Dedi menuturkan, risiko makan siang gratis disiapkan oleh satu institusi tidak akan efisien. Ia khawatir menu yang dibuat tidak sesuai selera anak dan kurang memenuhi gizi karena harus dipotong oleh beberapa hal yang sifatnya administratif.

Respon (1)

  1. Ide yg bagus. Bisa digelontorkan dlm bentuk BLT. Namun bisa juga uang ybs tdk digunakan orangtuanya hanya utk anak sekolah ybs. Shgg asupan gizi yg dimaksud kpd anak didik ybs tdk tercapai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *