NasionalPolitik

Cak Imin Ogah Tanggapi Wasekjen PBNU: Dia Pengangguran yang Cari Kegiatan

5490
×

Cak Imin Ogah Tanggapi Wasekjen PBNU: Dia Pengangguran yang Cari Kegiatan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Wasekjen PBNU, Sulemen Tanjung menyebut pepatah ‘tong kosong’ lebih pas untuk pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pernyataan itu disampaikan untuk membela Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang lebih dulu disebut ‘tong kosong’ oleh Sekjen PKB Hasanuddin Wahid saat menyuarakan regenerasi kepemimpinan di PKB.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pun memberikan sindiran keras terhadap Suleman. Cak Imin menyebut Suleman sebagai penggangguran. Sebab itu, dia ogah menanggapinya.

“Nggak ada (komentar), nggak nanggepin pengangguran,” kata Cak Imin sambil tertawa saat menghadiri acara Women’s Day Run 10 K, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2024).

Dia menyebut Suleman sebagai pengangguran yang hanya cari-cari kegiatan. “Itu kan pengangguran-pengangguran yang cari kegiatan,” ujar dia.

Cak Imin meminta setiap pihak untuk mengurusi tanggung jawabnya masing-masing. Ia meminta tak ada yang memengaruhi ke arah negatif.

“Uruslah kegiatan masing-masing jangan memengaruhi kegiatan orang lain. Kalau jadi pengangguran ya repot begini,” ujar Cak Imin.

Ia kemudian menjawab soal regenerasi di kubu PKB yang disinggung Gus Ipul. Cak Imin menyerahkan hal itu kepada ulama dan Muktamar PKB.

“Ya nanti, kan di muktamar nanti akhir tahun ini kita akan muktamar semua proses kita serahkan kepada para kiai, para ulama, para pengurus dalam 1 proses demokratis. Saya sih menyerahkan kepada beliau-beliau para ulama,” sambungnya.

Sekadar informasi, pernyataan Suleman ini sebagai respons atas Sekjen PKB Hasanuddin Wahid dan Sekretaris PKB Jatim Anik Maslachah menyebut Gus Ipul bak pepatah tong kosong nyaring bunyinya. Namun, Suleman menilai pepatah itu justru lebih pas untuk pimpinan PKB.

Ia lantas membandingkan perolehan suara paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Cak Imin di Jatim yang lebih rendah dibandingkan Gus Ipul saat mengikuti kontestasi Pilgub 2018 silam.

“Yang tong kosong itu ya pimpinan PKB. Coba bandingkan, Anies-Muhaimin di Jatim itu hanya 4 juta. Bandingkan saat Gus Ipul maju Pilgub, dapatnya 9 juta lebih,” kata Suleman dalam keterangan tertulis, Jumat (19/4).

Menurunnya perolehan Anies-Muhaimin, kata Suleman, juga menandakan para kiai-kiai NU sudah mengabaikan Muhaimin. Para kiai dan kekuatan NU, katanya, memang peduli kepada PKB tapi tidak dengan Muhaimin.

“Buktinya beberapa kiai dan bu Nyai NU itu all out loh untuk PKB. Lihat itu di bawah, kantong-kantong basis NU di TPS-TPS, mereka pilih PKB tapi untuk pilpres mereka ogah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *