DaerahPolitik

Bupati Sumenep Dianggap Merusak Upaya Pesantren Bentengi Moral Anak Muda

4160
×

Bupati Sumenep Dianggap Merusak Upaya Pesantren Bentengi Moral Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Poster launching #Pagghunaksinyata yang dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Wakil Ketua DPRD Sumenep, Faisal Muhlis. [Tangkapan layar Instagram @yugenx_hd]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Aksi Bupati Sumenep Achmad Fauzi joget DJ dalam acara launching #Pagghunaksinyata menuai kecaman dari Ketua Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jawa Timur, Sulaisi Abdurrazaq. Ia menilai aksi tersebut merupakan perilaku yang tidak boleh dicontoh dari seorang pejabat publik.

Menurut Sulaisi, aksi joget DJ yang dilakukan Bupati Fauzi dapat merusak moral anak muda Sumenep yang dikenal erat dengan kultur santri.

Tak hanya merusak moral, lanjutnya, langkah Fauzi menyediakan fasilitas musik ‘jedag-jedug’ itu telah merusak upaya pesantren untuk membentengi moral anak muda.

“Saya rasa tindakan-tindakan seperti itu selain merusak moral, menyediakan fasilitas untuk anak-anak muda di Sumenep yang pesantren-pesantren berusaha untuk membentengi moral anak-anak muda, bupatinya berusaha dengan sekuat tenaga untuk merusak semua tatanan itu,” kata Sulaisi dalam pernyataannya dikutip rilpolitik.com pada Minggu (2/6/2024).

Sebab itu, kata Sulaisi, aksi Fauzi joget DJ di depan muda-mudi bersama DJ Yugenx di GOR A. Yani Sumenep pada Sabtu (1/6/2024) malam itu, merupakan penghinaan terhadap para kiai dan ulama serta ormas Islam dan pesantren yang selama ini menjadi benteng moral ummat.

“Saya ingin menyampaikan begini, kalau untuk ngejek ya, ngejek lah, ngejek pesantren begitu untuk menghina kiai, untuk menghina ulama, untuk menghina NU, untuk menghina Muhammadiyah, untuk menghina MUI cukup dengan berperilaku seperti Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo ini,” ucapnya.

Bahkan, Sulaisi menyebut perilaku Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu sebagai perbuatan yang kurang ajar.

“Ini perbuatan yang bagi saya kurang ajar. Ini menghina pesantren, ini menghina santri, ini menghina NU, ini menghina Muhammadiyah, ini menghina MUI ya. Dan bagi saya nggak patut bagi seorang bupati, bagi seorang anggota DPR mimpin DJ seperti itu,” ujarnya.

Mantan aktivis HMI Madura itu mengaku sangat kecewa terhadap bupati Kota Keris ini. “Saya sangat kecewa dengan itu,” ungkapnya.

“Oleh karena itu ya, saya kira kalau hanya untuk merusak moral, menghina pesantren, menghina MUI, menghina santri, menghina Muhammadiyah-NU, cukup dengan berperilaku sama seperti yang dilakukan oleh Achmad Fauzi,” pungkas dia.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *