NasionalPolitik

BNPT Ungkap HTI Kembali Berupaya Bangkit Melalui Kegiatan Masyarakat

4409
×

BNPT Ungkap HTI Kembali Berupaya Bangkit Melalui Kegiatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
HTI.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid mengungkapkan adanya indikasi kembalinya organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya, HTI bermetamorfosa melalui sejumlah kegiatan keagamaan di masyarakat.

Hal itu disampaikan merespon video viral perayaan Isra Mi’raj bertajuk ‘Metamorfoshow: It’s Time to be One Ummah’ di TMII pada 17 Februari 2024.┬áKegiatan tersebut diduga digelar oleh kelompok HTI.

“Metamorfosa itu hanya perubahan fisik dan bentuk, tetapi tidak merubah subtansi. Begitulah HTI, juga sedang mengalami proses metamorfosa dari organisasi resmi menjadi gerakan dengan beragam nama, tetapi subtansi ideologi dan ajarannya sama,” kata Ahmad Nurwakhid dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (24/2/2024).

Nurwakhid menuturkan organisasi HTI terus tak mati begitu saja, melainkan berupaya mesiarkan paham ideologinya kembali ke khalayak.

Nurwakhid mengatakan, ideologi HTI tidak pernah mati. Pentolan-pentolannya pun berupaya untuk terus mensiarkannya melalui sejumlah kegiatan masyarakat.

“Dugaan kuat itu terkait HTI, memang tidak mungkin mereka akan meminta izin dengan memakai atribut HTI, tetapi dari aspek subtansi kegiatan, penyelengara, dan pembicaranya terkait dengan HTI, makanya mereka berkedok acara Isra Mi’raj dengan subtansi tentang penegakan khilafah,” jelasnya.

Nurwakhid kemudian menyoroti pembubaran HTI pada tahun 2017 silam yang ternyata tak menjadi langkah konkret dalam menghentikan ideologi HTI.

Pasalnya, kata Nurwakhid organisasi terlarang itu kerap berkamuflase untuk tetap eksis menyebarkan paham ideologinya.

“Pembubaran HTI kan sebenarnya bukan solusi tuntas, selama ideologinya tidak bisa dilarang, organisasi ini bisa berkamuflase dalam bentuk gerakan, narasi dan organisasi non formal. Secara narasi, kelompok ini saat ini lebih memilih menggunakan kata one ummah sebagai kamuflase khilafah, itulah sebenarnya strategi metamorfosa,” kata Nurwakhid.

“Sejak dulu saya menegaskan pentingnya pelarangan aspek penyebaran ideologinya yang bertentangan dengan dasar negara, selama ini belum dilakukan tugas kita tentu membentengi anak-anak muda dari virus ideologi HTI dalam berbagai bentuk nama organisasi dan kegiatan,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *