DaerahPolitik

BEMSU Sebut Klaim Fauzi Mampu Naikkan Ekonomi Sumenep Hanya Omong Kosong

6417
×

BEMSU Sebut Klaim Fauzi Mampu Naikkan Ekonomi Sumenep Hanya Omong Kosong

Sebarkan artikel ini
Aliansi BEM Sumenep menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemkab Sumenep pada Kamis (16/5/2024). [Dok. BEM Sumenep]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep pada Kamis (16/5/2024). Salah satu tuntutan mereka adalah menuntut Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengentaskan masalah kemiskinan di Sumenep yang cukup tinggi.

Dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (17/5/2024), Ketua Aliansi BEM Sumenep, Moh Syauqi menilai Achmad Fauzi gagal menurunkan angka kemiskinan di daerah ujung timur pulau Madura itu.

Dia menanggapi klaim Fauzi selama ini yang menyebut mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi Sumenep hingga 5,35 persen pada 2023. Menurut Syauqi, klaim tersebut hanyalah omong kosong.

Dia menilai Fauzi selama ini hanya bisa mengklaim seolah-olah mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumenep. Padahal, katanya, fakta di lapangan justru menunjukkan kebalikannya.

Dia menyebut klaim Fauzi itu hanya demi pencitraan media untuk kepentingan politiknya menjelang Pilkada 2024.

“BEM Sumenep melihat Bapak Bupati (Achmad Fauzi) itu hanya tahu mengklaim dan mau membuat popularitas di media saja. Kalau melihat fakta di lapangan, tidak seperti itu,” kata Syauqi kepada rilpolitik.com hari ini.

Menurut Syauqi, selama ini masyarakat Sumenep justru berhasil mengubah kondisi ekonomi keluarganya dengan cara merantau ke luar kota. Hal itu, katanya, dilakukan secara mandiri tanpa adanya bantuan dari pemerintah.

“Melihat dari beberapa titik itu banyak masyarakat yang keluar dari kemiskinan, ya meninggalkan keluarga demi menghidupi keluarganya ke luar kota. Hampir merata di Kabupaten Sumenep seperti itu,” ungkapnya.

Syauqi kemudian meminta Pemkab Sumenep untuk memperbaiki data penerima bantuan sosial (Bansos). Dia mengatakan, temuan di lapangan menunjukkan banyak data penerima bansos yang tidak tepat sasaran.

“Melihat temuan di lapangan, penerima bansos itu banyak yang tidak tepat sasaran. Ada masyarakat yang betul-betul tidak mampu, tidak mendapatkan,” tuturnya.

Baca juga:  PDIP Jatim Klaim Pilkada Sumenep dan Ngawi Potensi Calon Tunggal

Sebagai informasi, angka kemiskinan di Sumenep mencapai 18,70 persen pada 2023. Angka tersebut menempatkan Sumenep sebagai daerah termiskin ketiga di Jawa Timur.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *