NasionalPolitik

Acara Nobar dan Diskusi Dirty Vote di Mbloc Space Batal, Izin Dicabut Mendadak

8096
×

Acara Nobar dan Diskusi Dirty Vote di Mbloc Space Batal, Izin Dicabut Mendadak

Sebarkan artikel ini
Poster film dikumenter Dirty Vote.

Rilpolitik.com, Jakarta – Kegiatan nonton bareng perdana dan diskusi film “Dirty Vote” batal digelar di Mbloc Creative Hall, Jakarta Selatan. Acara tersebut rencananya digelar di Mbloc Space Hall pada Senin (12/2/2024) malam ini.

Berdasarkan informasi yang diterima rilpolitik.com pada Minggu (11/2/2024) malam, acara nobar dan diskusi film “Dirty Vote” bertajuk, “Mengungkap Desain Kecurangan Pemilu 2024” itu mendadak dibatalkan oleh Peruri sebagai pemilik aset Mbloc Space.

Belum diketahui secara pasti alasan dari pembatalan tersebut.

“Kabar Duka untuk Demokrasi. Malam ini jam 21.58 kami (Salam 4 Jari) mendapat kabar kalau acara nobar dan diskusi film Dirty Vote yang akan diselenggarakan tanggal 12 Februari 2024, Jam 19.00 – 21.30 WIB di Mbloc Creative Hall mendadak dilarang oleh pihak Peruri sebagai pemilik aset Mbloc Space, dengan alasan yang belum diketahui dengan pasti,” kata panitia acara seperti rilpolitik.com kutip dalam siaran persnya.

“Surat pelarangan rencananya akan dikirimkan/diinfokan malam ini juga,” sambungnya.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut terkait pembatalan kegiatan tersebut. Panitia meminta maaf jika kegiatan dibatalkan.

“Mungkin itu dulu yang dapat kami sampaikan, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.

“Kami mohon maaf jika dengan terpaksa acara nobar dan diskusi besok dibatalkan,” lanjutnya.

Sebagai informasi, film dokumenter Dirty Talk merupakan produksi WarchDoc. Film tersebut mengangkat isu kecurangan dalam Pemilu 2024. Tiga pakar hukum tata negara, yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar, turut tampil dalam film tersebut yang menjelaskan berbagai instrumen kekuasaan yang dianggap digunakan untuk memenangkan pemilu dengan merusak tatanan demokrasi.

Film ini sebelumnya sudah mendapat pertentangan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Wakil Ketua TKN, Habiburrokhman menyebut film ini sebagai sebuah karya yang penuh dengan fitnah. Menurutnya, sebagian besar isi film bersifat asumsi dan tidak ilmiah.

“Sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif, dan sangat tidak ilmiah,” ujar Habib dalam jumpa pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta, Minggu (11/2/2024).

Menurut Habib, film “Dirty Vote” sengaja dibuat untuk merusak citra penyelenggaraan Pemilu 2024. Dia meragukan dasar tuduhan-tuduhan yang diungkapkan dalam film tersebut.

Meskipun demikian, TKN Prabowo-Gibran belum bersiap untuk mengambil langkah hukum. Habib menyatakan bahwa TKN sedang fokus pada hari pemungutan suara dan menyebut bahwa sumber daya manusia mereka tidak mencukupi untuk mengambil langkah-langkah hukum saat ini.

“Situasi sekarang kami konsentrasi pengamanan pencoblosan, jadi SDM kami juga tidak memadai untuk melakukan langkah-langkah hukum. Jadi, kami cadangkan dulu hak-hak kami untuk melakukan langkah hukum,” ungkapnya.

Poster kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Dirty Vote.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *