DaerahSerba-serbi

Abdimas UTM Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Sampang

8807
×

Abdimas UTM Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Sampang

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Pencegahan Stunting oleh Pengabdian Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura di Balai Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/1/2024). [Istimewa]

Rilpolitik.com, Sampang – Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Balai Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/1/2024).

Sosialisasi dikemas dalam bentuk seminar yang dihadiri oleh masyarakat setempat sebagai peserta.

Penyuluhan ini diisi oleh dua mahasiswa UTM sendiri yang juga peserta Abdimas sebagai pembicara, yakni Iga Ardiana dan Firzi Khabibatin dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Zaki Kurniawan. S.E., M.M dan Rahma Dwi Pangastuti selaku penanggung jawab acara.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait upaya pencegahan stunting demi meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak.

Iga Ardiana dalam presentasinya menjelaskan tentang stunting untuk membangun pemahaman awal kepada masyarakat tentang pentingnya isu stunting dalam konteks kesehatan.

Dia mengungkapkan ada dua faktor yang menyebabkan seorang anak terkena stunting, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu gizi serta asupan yang dikonsumsi ibu, sementara faktor eksternal adalah lingkungan dan ekonomi keluarga.

“Kekurangan gizi adalah penyebab utama stunting. Faktor lainnya adalah kesehatan ibu, sanitasi, dan akses terhadap pangan,” kata Iga Ardiana.

Sementara itu, Firzi Khabibatin menjelaskan pengaruh stunting terhadap perkembangan fisik dan mental anak serta solusi pencegahannya.

Menurut Firzi, untuk mencegah agar anak tidak kena stunting perlu asupan gizi yang seimbang serta terus menjaga kesehatan ibu dan anaknya.

“Solusi pencegahan stunting, yaitu dengan memberikan gizi seimbang, perawatan kesehatan ibu dan bayi, serta hidup di lingkungan yang bersih,” jelas dia.

(Apik/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *